Bupati Malang Tuturkan Pengalaman INA-Buoy Tews Deteksi Potensi Tsunami

Bupati Malang Tuturkan Pengalaman INA-Buoy Tews Deteksi Potensi Tsunami

Bupati Malang Tuturkan Pengalaman INA-Buoy Tews Deteksi Potensi Tsunami

Sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur yang sebagian besar wilayahnya berada di kawasan dataran tinggi dan pegunungan berhawa sejuk, membuat Kabupaten Malang memiliki berbagai potensi di bidang: pertanian, perkebunan, serta pariwisata yang besar. Secara geografis Kabupaten Malang dikelilingi oleh beberapa gunung aktif dan nonaktif diantaranya: Gunung Arjuno, Gunung Kawi, Gunung Bromo, Gunung Semeru, dan Gunung Tengger. Tak hanya itu, wilayah Kabupaten Malang juga dilengkapi dengan sejumlah pantai yang tersebar di berbagai kecamatan. Namun dengan besarnya kekayaan potensi alam yang ada tersebut, di satu sisi juga membuat wilayah Kabupaten Malang dihadapkan dengan berbagai potensi kebencanaan. Berada di atas lempeng Indo-Australia menyebabkan wilayah Kabupaten Malang rawan dengan sejumlah bencana alam. Salah satunya tsunami.

Deployment INA-BUOY TEWS di laut Malang Selatan
Gambar 1. Deployment INA-BUOY TEWS di laut Malang Selatan
Sumber : mediaindonesia.com

Bupati Kabupaten Malang Drs. H.M. Sanusi, M.M. pada 01 Oktober 2021 lalu dalam sebuah sesi wawancara bersama Humas PAL menyampaikan, salah satu upaya pemerintah Kabupaten Malang dalam menghadapi potensi bencana alam adalah dengan melakukan pelatihan di setiap desa agar kemudian menjadi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama BNPB, TNI-POLRI, SAR dan juga bersama karang taruna desa setempat.

Penampakan Pantai Kabupaten Malang Selatan Sumber : infopondokdadap.com
Gambar 2. Penampakan Pantai Kabupaten Malang Selatan
Sumber : infopondokdadap.com

“Karena untuk gempa bumi hampir setiap 2 tahun sekali pasti terjadi utamanya wilayah Malang selatan yang menjadi pusatnya. Namun gempa tidak begitu besar, tetapi yang terakhir pada bulan April kemarin ini di wilayah Ampelgading,Tirtoyudo,Dampit, sama Sumbermanjing gempanya cukup besar sehingga menimbulkan dampak kerugian di masyarakat.” Jelas Bapak Sanusi.

Jika berkaca pada beberapa bencana alam yang terjadi di wilayah lain yang berdampak pada potensi tsunami, maka perlu adanya upaya mitigasi bencana khususnya pada bencana alam Tsunami. Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Malang juga menjalankan beberapa bentuk mitigasi seperti memutakhirkan Dokumen Rencana Kontijensi Ancaman Tsunami di Kabupaten Malang, menambah pemasangan rambu jalur evakuasi dan titik kumpul, serta melakukan uji coba sirine secara rutin, terjadwal, dan berkelanjutan. Tidak hanya itu pemanfaatan peralatan teknologi sebagai langkah mitigasi juga dilakukan dengan pemasangan INA-Buoy TEWS di Laut Malang Selatan. INA-Buoy TEWS (Indonesian Tsunami Early Warning System) adalah alat peringatan dini tsunami yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia (Persero) dengan kemampuan dapat mengolah informasi yang didapat dari sistem pemantauan darat dan laut menggunakan perangkat Decision Support System (DSS) untuk menentukan apakah ada risiko tsunami setelah gempa.

Lebih lanjut Bapak Drs. H.M. Sanusi, M.M. berpendapat bahwa adanya pemasangan INA-Buoy TEWS di Laut Malang Selatan sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan bagi kabupaten Malang karena dapat membantu BMKG menerbitkan berita peringatan dini tsunami dalam kurun waktu lima menit setelah gempa bumi terjadi. Seperti yang dilansir media pada saat terjadi gempa di Perairan Selatan Kabupaten Malang 10 April 2021 lalu mulai dari pukul 14:00 WIB, hanya dalam 4 menit setelahnya yakni tepat pada 14:04 WIB BMKG telah menerima alert dari INA-Buoy Tews bahwa terdeteksi adanya gempa sekaligus adanya verifikasi bahwa tidak terjadi tsunami.

Sesi wawancara Humas PAL dengan Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, MM pada Jumat 01 Oktober 2021 Sumber: dokumentasi Humas PAL
Gambar 3. Sesi wawancara Humas PAL dengan Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, MM pada Jumat 01 Oktober 2021 Sumber: dokumentasi Humas PAL

Sebagai informasi, INA-Buoy TEWS memiliki beberapa fungsi diantaranya: Dapat mendeteksi gejala alam yang berpotensi menimbulkan tsunami, mencari lokasi pusat gempa tsunami, memprediksi kemungkinan kerusakan yang ditimbulkan, menentukan daerah yang akan terkena dampak tsunami, meminimalisir adanya jumlah korban jiwa. Sehingga kehadiran alat warning system seperti INA-Buoy TEWS tentunya sangat penting bagi daerah rawan bencana seperti kabupaten Malang.

Pemasangan (deployment) InaBuoy G3.1 di selatan Malang (Buoy MLG) dilakukan oleh BPPT pada 7-8 Maret 2021 lalu dengan menggunakan wahana KR. Baruna Jaya IV yang dioperasikan oleh Balai Teknologi Survei Kelautan-BPPT. Pemasangan Buoy MLG tersebut berjarak sekitar 138 km dari selatan kota Malang, tepatnya pada koordinat 112d31’34”E, 9d11’41”S dengan OBU (Ocean Bottom Unit) yang berada di kedalaman sekitar 2042 m. Kini, sistem Buoy MLG tersebut telah aktif berfungsi dan data pressure sensor OBU telah diterima oleh surface buoy menggunakan media akustik yang diteruskan dari surface buoy ke stasiun penerima data InaTOC (Indonesia Tsunami Observation Center) di Gedung Kemenko Marves, Jakarta yang menggunakan media satelit. Pemasangan InaBuoy ini secara keseluruhan merupakan rangkaian dari penyediaan sistem peralatan untuk mendeteksi tsunami baik yang berbasis kabel (InaCBT) dan akustik tomografi (InaCAT) hingga tahun 2024 mendatang (sumber:bppt)

Namun demikian dengan total garis pantai sepanjang ± 103 km, Kabupaten Malang hanya memiliki total 3 unit INA-Buoy TEWS. Padahal dapat kita ketahui bahwasannya semakin rapat unit yang dipasang, akan semakin akurat data yang didapatkan. Berdasarkan data yang ada sejak tahun 1991 hingga 2008 saja, rata-rata hampir 2 tahun sekali tsunami menghantam pantai kepulauan Indonesia. Adapun puncak tsunami di Indonesia terjadi di Aceh pada akhir tahun 2004 yang menelan lebih dari 160.000 korban jiwa dan korban harta benda lainnya dengan dampak sosial yang besar pula. Oleh karena itu, kondisi ini sudah seharusnya mendorong Pemerintah Indonesia untuk memperkuat pembangunan sistem peringatan dini gempa dan tsunami yang disebut Indonesia Tsunami Early Warning System (INA-Buoy TEWS).

Proses Wet Test INA-BUOY TEWS di lingkungan PT PAL Indonesia pada 09 Februari 2021 Sumber: dokumentasi Humas PAL
Gambar 4. Proses Wet Test INA-BUOY TEWS di lingkungan PT PAL Indonesia pada 09 Februari 2021
Sumber: dokumentasi Humas PAL

Tentang PT PAL Indonesia (Persero):

PT PAL Indonesia (Persero) merupakan perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia. Kami memiliki keunggulan bisnis pada kapabilitas Pembangunan dan rancang-bangun Kapal Perang dan Kapal Niaga; Pembangunan dan Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) Kapal Selam; Maintenance, Repair, dan Overhaul Kapal Perang, Kapal Niaga, dan produk-produk kemaritiman; General Engineering produk Energi dan Elektrifikasi; dan Technology Development.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Utario Esna Putra
Kadep Hubungan Masyarakat
PT PAL Indonesia (Persero)
Telepon: 031-3292275 ext. 2002
Email: humas@pal.co.id